Sabtu, 20 Oktober 2007

SURAT CINTA UNTUK JIWA

Surat ini ditujukan untuk diriku sendiri dan saudara/i-ku yang tetap mencintai Allah dan RasulNya, atas segalanya; karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya. Cinta hakiki yang membuat semua manusia melihat semua dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini pula ditujukan untuk jiwaku dan jiwa saudara/i-ku yang mulai lengah menapaki jiwanya ketika seringkali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan, dan kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melinkan Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini ditujukan untuk hatiku sendiri dan saudara/i-ku yang kerap kali terisi oleh cinta selainNya, yang mudah sekali terlena dengan indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan karenaNya. Lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang lain, entah dimana keikhlasannya.....maka saat ini kurasakan kekecewaan dan kelelahan karena kulakukan bukan sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah Swt belum pernah menanyakan hasil, tetapi Allah akan melihat kesungguhan dalam proses.
Surat ini kutujukan pada ruhku dan ruh saudara/i-ku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu serta membiarkan fitrahNya tertutup oleh maksiat yang dinikmati. Lalu dimanakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih saat ibadah hanyalah rutinitas belaka, saat wajah menampakkan kebahagiaan semu. Coba lihat, hatimu menangis, tertawa, atau merana?
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri dan diri saudara/i-ku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri, sungguh tiada satupun yang membuat kita bangga dihadapanNya kecuali ketaqwaan. Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap kita akan merasakan mati, namun kita tetap bergelut dengan kefanaan.
Surat ini ditujukan untuk hatiku dan hati saudara/i-ku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal kebaikan terlewat begitu saja, saat tiada rasa berdosa mendzalimi diri sendiri dan saudaranya.
Surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu sehingga dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling dan memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya, hanya dengan kekuatan dariNya.
Saudaraku, terima kasih atas pengorbanan dan waktu yang telah diberikan untuk acara ini, tak ada yang sia-sia jika kita melakukan ini semua hanya karena Allah semata. Hanya Allah-lah yang dapat membalas semuanya, semoga apa yang kita peroleh bermanfaat dan dapat merubah hidup kita, cara berpikir kita, dan tidak sia-sia begitu saja bagaikan semilir angin yang hanya lewat terbesit begitu saja di wajah kita. Semoga dengan selesainya acara ini kita tidak berhenti begitu saja, masih panjang perjalanan kita, perjuangan kita. Mari kita bersama-sama terus menegakkan panji-panji Allah dan RasulNya semampu kita hanya karena Allah, agar kita semuanya bisa bersama-sama masuk ke Jannah-Nya bersama Rasulullah dan para sahabatnya.
Saudaraku, semoga hati-hati kita selalu diterangi hidayahNya sehingga kita akan terus berada di jalan yanng diridhoiNya. Amiiin...

1 komentar:

Anonim Senin, Oktober 29, 2007 6:57:00 PM  

Dip tukeran link yukkk

biar rame

Ok (^_^)

kunjungi www.funloco.com

By MadSilmi

  © Green islamic Template by islamic313.blogspot.com 2008